Pernah tahu kue Panada ? Saya pernah makan kue tersebut beberapa kali, hanya baru tahu kalau namanya Panada saat tulisan ini dibuat.
Bagi para pembaca yang belum tahu, panada adalah sejenis makanan kecil persis seperti pastel hanya bedanya terbuat dari tepung roti. Rasanya cukup enak dan isinya beraneka ragam ada cokelat, tuna, daging dan ayam.
Ada sebuah pengalaman luar biasa yang penulis alami sendiri dan ingin berbagi dengan pembaca berkaitan dengan motivasi.
Suatu hari penulis mengadakan rapat evaluasi bersama karyawan sebuah warung makan khas sunda yang baru beberapa bulan beroperasi. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh karyawan, mulai dari stafsampai manajerial. Usia mereka masih muda, rata-rata mereka baru saja menyelesaikan sekolah menengah atas. Sementara itu manajernya tidak berbeda jauh dengan mereka. Agendanya membicarakan kinerja perusahaan selama 4 bulan berjalan.
Ada banyak hal yang dibahas, mulai dari jumlah omset penjualan, pembagian tugas sampai tingkat kepuasan kerja. Dengan keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para karyawan, maka pembahasanpun berlangsung kurang greget. Bahkan ketika penulis mencoba berkomunikasi secara dua arah mengenai produktivitas mereka dalam bekerja tidak ada respon yang cukup berarti. Kecenderungan bekerja hanya menunggu perintah dan saling mengandalkan satu sama lain cukup terlihat. Etos kerja mereka masih rendah dan motivasi kerja hanya untuk mendapatkan uang diakhir bulan saja yang ada dalam pikiran mereka. Penulis tidak heran akan hal tersebut, memang inilah sebuah contoh kecil realitas generasi muda saat ini. Tidak tahan banting, mau serba instan. Sempat saya menanyakan kembali kepada mereka apa yang kira-kira akan mereka lakukan melihat kondisi warung yang belum optimal. Ada beberapa tanggapan yang intinya mereka akan bekerja lebih keras lagi, mungkin ini untuk kesekian kalinya mereka menyampaikan hal tersebut.
Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 20:50 WIB, 10 menit lagi menjelang warung tutup sesuai jadwal. Tiba-tiba kami dikejutkan oleh kedatangan seorang gadis kecil yang membawa kotak plastik. Saat itu juga saya menginstruksikan manajer untuk menghampirinya dan menanyakan apa yang akan dipesan.
“Selamat malam om” sapanya dengan sopan. “ Ada yang mau membeli kue” lanjutya. Sontak saya terkejut bukan main. Saat ini jam menunjukkan pukul 21.00 WIB, sungguh diluar kebiasaan seorang gadis kecil masih menjajakan kue disaat rekan-rekan yang seumurnya mungkin sedang belajar ataupun sudah bersiap akan istirahat.Namun,tidak lama kemudian dibelakangnya menyusul sang Ayah yang mendampinginya.
Dengan perasaan bercampur baur saya putuskan untuk membeli beberapa kue untuk kami yang sedang rapat. Setelah menyelesaikan transaksi anak itupun berbalik sambil sebelumnya mengucapkan terima kasih.
Rupanya menurut penuturan manajer warung, gadis tersebut sudah beberapa kali menjajakan kue ke warung kami. Dan semua mengakui kalau kue yang dijajakannya enak.
Kedatangan gadis itu benar-benar sebuah kejadian luar biasa. Disaat yang sama saya sedang berusaha menggugah kinerja para karyawan yang notabene jauh lebih dewasa, Allah SWT berikan sebuah contoh dan pembanding kepada kami semua yang sedang rapat tentang bagaimana selayaknya kita memiliki etos kerja.
Saya langsung menjadikan kejadian tersebut sebagai pembahasan penutup pertemuan kami. Jadilah kita semua Gadis Kecil Penjual Panada, yang memiliki etos kerja yang luar biasa. Sebuah proses pembelajaran yang diberikan oleh si Ayah lepas pro dan kontra akan hak seorang anak, namun demikian kemandirian serta kemampuan untuk tetap optimis dan santun untuk dapat menjajakan sebuah kue adalah hal luar biasa yang patut dicontoh oleh semua orang yang ingin menambah kualitas dirinya dalam bekerja. Maka tirulah Gadis Kecil Penjual Panada……….
Saung Pojok, Februari 2012



